Selasa, 03 Februari 2015

Ciri Orang Yang Mencintaimu Dengan Tulus

Terkadang, kita baru menyesal dan merasa kehilangan orang yang mencintai kita ketika orang itu sudah tidak ada lagi. Manusia adalah makhluk egois, terkadang buta atau menyia-nyiakan dengan kebaikan dan cinta yang diberikan seseorang karena dianggap bentuk cinta yang diberikan itu adalah lumrah adanya, karena ia mencintai kita. Setelah orang itu tidak ada lagi, baru kita menyadari, betapa besar arti seseorang itu disisi kita.
"Hal yang berharga akan terasa bernilai jika sudah terlepas dari tangan"
Maka jagalah arti kebahagiaan yang kamu temui dan kamu miliki saat ini. Jangan sampai menyesal karena kamu tidak bisa menghargai hal yang berharga itu baik-baik. Karena hidup itu sangatlah singkat. Pilihan ada ditangan kita sendiri. Tuhan yang mengizinkan. Maka manfaatkanlah kebebasan pilihan yang diberikan Tuhan kepada kita dengan mengoptimalkan usaha/ikhtiar itu berikut dengan resiko dan tanggungjawabnya.
Jika kamu pernah dicintai orang atau sedang dicintai seseorang hampir seperti poin-poin dibawah ini (yang sumbernya dicomot sana-sini ditambah kesimpulan dan pengamatan sendiri) maka kamu termasuk orang sangat beruntung karena saya sendiri belum menemukannya hehehe... hanya beberapa poinnya aja.
Cinta memang mudah ditemukan dimana saja, tumbuh dimana saja. Akan tetapi cinta yang tulus, sangatlah langka. Tidak semua orang bisa menemukan seseorang yang bisa mencintainya dengan tulus. Seseorang yang lebih mengutamakan kebahagiaan dan menerima kamu apa adanya. Bahkan mungkin hanya akan kamu dapati satu kali seumur hidup kamu. Jika kamu menemukannya, jngan sia-siakan dan jagalah baik-baik atau hanyalah penyesalan yang akan kamu petik. Seperti kata pepatah, penyesalan datangnya kemudian.
1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu²nya dan dia akan selalu bahagia jika melihat kamu bahagia.
2. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Orang yang mencintai kamu ia akan menerima baik kelebihan dan kekurangan kamu. Akan tetapi ia akan lebih melihat kelebihan/kebaikan yang ada padamu daripada membesar-besarkan/mempermasalahkan kekuranganmu.
3. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah berlebihan atau kamu merasa kegemukan ataupun penuh bekas jerawat bahkan hal yang kamu anggap sebagai cacat. Walau ia sendiri dikelilingi oleh orang-orang yang lebih cantik/ganteng/kaya/pintar daripada kamu. Akan tetapi baginya, kamu lah satu-satunya yang menarik baginya.
4. Orang yang mencintai kamu selalu ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui, baik dari masa lalu kamu sampai sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan dan kejadian apa saja kamu lalui.
5. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan sms simple seperti “slmt pagi” ” “slmt tidur”, ataupun hanya mengingat jam makanmu. Walaupun kamu tidak membalas pesannya
6. Kalau kamu berulang tahun dan kamu tidak mengundangnya setidaknya ia akan telpon untuk mengucapkan selamat atau mengirim sms.
7. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang ia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah lupa setiap detailnya, karena saat itu adalah sesuatu yang berharga untuknya.
8. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat tiap kata2 yang kamu ucapkan bahkan mungkin kata2 yang kamu sendiri lupa pernah mengatakannya.
9. Orang yang mencintai kamu akan belajar menyukai lagu-lagu kesukaanmu, hobi atau hal yang kamu sukai,karena ia ingin tau kesukaanmu. Jadi dia bisa melakukan kegiatan yang kamu sukai bersama-sama.



Udah segitu aja dulu ntar disambungin lagi kalo gua gaada kerjaan hehe.

JANGAN SIA-SIAKAN CINTA

Budi dan maya telah berumah tangga selama 7 tahun..Mereka saling mencintai, namun Maya sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap Budi..Ia begitu takut apabila Budi mengetahui betapa ia mencintai pria itu, Budi lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama
ini..Tapi tidak bagi Budi..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada maya dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama Maya, Budi selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Maya..

Maya selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap Budi..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta Budi terhadapnya..Maya selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada Budi..Meski Maya tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap
Budi yang tetap berlaku baik padanya, membuat Maya tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu..

Tahun pertama pernikahan mereka….

Maya bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk Budi ketika Budi hendak berangkat kerja..Namun Budi tetap tersenyum dan mengatakan, "Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor.."

Saat Budi pulang dari kantor, Maya tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai Budi..Meski menyadari hal itu, Maya tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu.. Budi tetap tersenyum dan berkata, " Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk
menyantapnya" ..Maya terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa..


Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Maya terlelap Budi memanjatkan doa,

" Tuhan..Di pagi pertama pernikahan kami Maya tidak membuatkanku sarapan..Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri..Tapi tidak apa-apa, Tuhan..Karena
sepertinya Maya kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan Jengkol karena pencernaanku yang tidak begitu
baik..Tapi sepertinya Maya sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku…."


Tahun kedua pernikahan mereka….

Budi membangunkan Maya pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Maya menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya.. Budi tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.. Sore hari sepulang kantor, Budi mengajak Maya berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Maya akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama Budi..Tetapi Maya menolak
rangkulan Budi, dan berkata, "Jangan, Budi..Aku malu..".. Budi tersenyum dan berkata, "Ya, aku mengerti.." Maya melihat kekecewaan dimata Budi, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..


Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Maya terlelap, Budi memanjatkan doanya.." Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Maya mau
bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Maya meolak kurangkul ketika ke taman hari ini..Tapi tidak apa-apa..Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive..Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan…"


Tahun ketiga pernikahan mereka….

Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Andi..Maya menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama Budi sebelum tidur..Maya semakin sering menolak ciuman Budi..

Maya memarahi Budi habis-habisan sore itu ketika Budi lupa mencuci tangan saat akan menggendong Andi ketika Budi pulang kerja..Maya tahu betapa hal itu membuat Budi terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Andi membuat Maya mengabaikan perasaan Budi..Dan Budi tetap tersenyum..


Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Maya terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Andi, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Maya..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan
menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Andi seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan..Karena aku begitu mencintainya..Sore tadi Maya memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Andi, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Maya, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Maya mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Andi apabila aku langsung
menggendongnya..Kesehatan Andi lebih penting daripada harga diriku…."


Tahun keempat pernikahan mereka….

Maya tidak ingat memasak makanan kesukaan Budi di hari ulang tahunnya..Maya terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa Budi selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..

Maya juga lupa menyetrika kemeja Budi yang menyebabkan Budi terlambat ke kantor pagi itu karena Budi terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Maya tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting..


Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Maya terlelap, Budi memanjatkan doanya.."Tuhan, Untuk kali pertama Maya lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu…Menikmati kue Blackforest buatannya m embuatku
bersykur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku..Namun tahun ini aku tidak mendapatinya..Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu..Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan
ciuman darinya hari ini..Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Maya..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Maya sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam..Jangan biarkan aku
melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Maya, Tuhan..Maya mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini..Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Maya sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat
presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan…"


Tahun kelima pernikahan mereka…

Maya menampar dan menyalahkan Budi karena Andi sakit sepulang mereka berenang.. Budi terlalu asyik bermain-main dengan Andi sehingga tidak menyadari betapa Andi sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Andi terpaksa dirawat dirumah sakit....

Maya mengancam akan meninggalkan Budi apabila terjadi apa-apa dengan Andi..Maya melihat genangan air mata di mata Budi, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan Budi …


Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu Budi lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.." Tuhan..Tadi Maya menamparku karena kelalaianku menjaga Andi sehingga dia sakit..Belum pernah Maya bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Maya benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi
Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku..Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku..Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa..Asal dia mendapat ketenangan,
aku akan merasa bersyukur sekali..Dan sembuhkanlah putera kami, Andi agar
dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan.."

Tahun keenam pernikahan mereka….

Maya semakin menjaga jarak dengan Budi setelah kehadiran Yenda, puteri mereka..Maya tidak pernah lagi menemani Budi makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..

Maya juga menjual kalung berlian pemberian Budi dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru..Ketika Budi mengetahui hal itu, Maya tau Budi menahan amarahnya, namun Maya berdalih, " Budi, itu hanya kalung berlian biasa..Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya denga
perhiasan yang lebih baru.."

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Maya terlelap, Budi memanjatkan doanya.."Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Maya bersamaku...Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk
melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Yenda lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku..Lagipula, Andi kadang-kadang mau menemaniku..Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Maya karena menjual kalung pemberianku..Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya
untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku..Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.."

Tahun ketujuh pernikahan mereka….

Maya sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala Budi dan mencium kening suaminya sebelum Budi berangkat kantor..Padahal Maya tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, Budi selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Maya untuknya..Karena Budi tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Maya
padanya..Maya tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka...

Dan di tahun ketujuh itu pula, Budi mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..

Maya begitu terguncang dan terpukul..Ia begitu takut kehilangan Budi, suami yang dicintainya..Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya..Yang tek pernah berhenti mengatakan betapa Budi mencintainya..Tak sedikitpun Maya beranjak dari sisi tempat tidur Budi..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..


Karena begitu sedih dan lelah menunggui Budi, Maya tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa Budi pada Tuhan membawa maya melihat setiap malam yg Budi lewatkan untuk mendoakan maya..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari Budi
padanya..Tak sedikitpun Budi menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri Budi selama ini..Alih-alih demikian, Budi malahan menyalahkan dirinya sendiri..maya menangis menahan perasaannya..Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, maya berdoa,

"Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku..Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini..Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan..Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang
kucintai.."

Dan ketika maya terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya.."Kamu keliatan begitu lelah, sayang..Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa
mengatakan I LOVE YOU padaku.."..Belum selesai Budi berbicara, maya lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..

"Maafkan aku, Budi..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, Budi...Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu..Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU…"



Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti maya? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan diri kita sendiri?Jangan sampe terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita..

Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti Budi, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya..Yang menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani, bukan sebaliknya..

Jagalah orang yang mencintai kita sekarang karna suatu saat kita akan menyadari betapa berharganya dia saat kita kehilangannya.