
Budi dan maya telah berumah tangga selama 7 tahun..Mereka saling
mencintai, namun Maya sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap Budi..Ia
begitu takut apabila Budi mengetahui betapa ia mencintai pria itu, Budi lantas
meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama
ini..Tapi tidak bagi Budi..Ia selalu menyatakan
perasaan cintanya kepada maya dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat
ketika bersama Maya, Budi selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah
itulah saat akhir John bersama Maya..
Maya selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap
Budi..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta Budi
terhadapnya..Maya selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar
batas kepada Budi..Meski Maya tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat
sikap
Budi yang tetap berlaku baik padanya, membuat Maya
tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg
dinikahinya itu..
Tahun pertama pernikahan mereka….
Maya bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan
sarapan untuk Budi ketika Budi hendak berangkat kerja..Namun Budi tetap
tersenyum dan mengatakan, "Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di
kantor.."
Saat Budi pulang dari kantor, Maya tidak sengaja
memasak makanan yang tidak disukai Budi..Meski menyadari hal itu, Maya tetap
memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu.. Budi tetap tersenyum dan
berkata, " Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan
Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk
menyantapnya" ..Maya terkejut, tapi tidak
mengatakan apa-apa..
Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Maya
terlelap Budi memanjatkan doa,
" Tuhan..Di pagi pertama pernikahan kami Maya
tidak membuatkanku sarapan..Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja
makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama
kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri..Tapi tidak apa-apa,
Tuhan..Karena
sepertinya Maya kelelahan setelah resepsi
pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh
punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan,
Engkau tau betapa aku tidak bisa makan Jengkol karena pencernaanku yang tidak
begitu
baik..Tapi sepertinya Maya sudah bekerja keras
untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang
dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya
meski itu tidak mengenakkan bagiku…."
Tahun kedua pernikahan mereka….
Budi membangunkan Maya pagi-pagi untuk berdoa
bersama..Namun Maya menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya.. Budi
tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.. Sore hari sepulang kantor, Budi
mengajak Maya berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Maya akhirnya mau juga
ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama Budi..Tetapi
Maya menolak
rangkulan Budi, dan berkata, "Jangan,
Budi..Aku malu..".. Budi tersenyum dan berkata, "Ya, aku
mengerti.." Maya melihat kekecewaan dimata Budi, namun tidak melakukan
apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..
Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah
Maya terlelap, Budi memanjatkan doanya.." Tuhan..Ampuni aku yang tidak
bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya
kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Maya
mau
bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan,
Engkau juga tahu kesedihanku saat Maya meolak kurangkul ketika ke taman hari
ini..Tapi tidak apa-apa..Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu
perasaannya juga jadi lebih sensitive..Mampukan aku untuk melihat suasana hati
istriku, Tuhan…"
Tahun ketiga pernikahan mereka….
Mereka kini mempunyai seorang putera bernama
Andi..Maya menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama
Budi sebelum tidur..Maya semakin sering menolak ciuman Budi..
Maya memarahi Budi habis-habisan sore itu ketika
Budi lupa mencuci tangan saat akan menggendong Andi ketika Budi pulang
kerja..Maya tahu betapa hal itu membuat Budi terpukul..Namun idealismenya
terhadap mendidik Andi membuat Maya mengabaikan perasaan Budi..Dan Budi tetap
tersenyum..
Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah
Maya terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Engkau tahu betapa sedih
hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Andi, aku kehilangan begitu banyak waktu
bersama Maya..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan
menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak
apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Andi seharian saat aku bekerja di
kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku,
Tuhan..Karena aku begitu mencintainya..Sore tadi Maya memarahiku karena aku
lupa mencuci tangan saat menggendong Andi, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku
sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa
aku terluka akan kata-kata Maya, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Maya mungkin hanya
kuatir terhadap kesehatan anak kami Andi apabila aku langsung
menggendongnya..Kesehatan Andi lebih penting
daripada harga diriku…."
Tahun keempat pernikahan mereka….
Maya tidak ingat memasak makanan kesukaan Budi
di hari ulang tahunnya..Maya terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa Budi
selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya
setiap ulang tahunnya tiba..
Maya juga lupa menyetrika kemeja Budi yang
menyebabkan Budi terlambat ke kantor pagi itu karena Budi terpaksa menyetrika
sendiri kemejanya..Maya tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu
sebagai sesuatu hal yang penting..
Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah
Maya terlelap, Budi memanjatkan doanya.."Tuhan, Untuk kali pertama Maya
lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku
sangat menyukai kue buatannya itu…Menikmati kue Blackforest buatannya m
embuatku
bersykur mempunyai istri yang pandai memasak
sepertinya, dan merasakan cintanya padaku..Namun tahun ini aku tidak
mendapatinya..Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh
lebih penting daripada sekedar Blackforest itu..Paling tidak, aku masih
mendapatkan senyuman dan
ciuman darinya hari ini..Ampuni aku, Tuhan
apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Maya..Aku terlalu sibuk menyetrika
bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Maya sepertinya lupa untuk
melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam..Jangan
biarkan aku
melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku
akibat keterlambatanku hari ini kepada Maya, Tuhan..Maya mungkin keliru
menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini..Lagipula, sepatuku begitu
mengkilap..Aku yakin Maya sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat
presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan
istriku, Tuhan…"
Tahun kelima pernikahan mereka…
Maya menampar dan menyalahkan Budi karena Andi
sakit sepulang mereka berenang.. Budi terlalu asyik bermain-main dengan Andi
sehingga tidak menyadari betapa Andi sangat sensitive terhadap dinginnya air
kolam renang, yang mengakibatkan Andi terpaksa dirawat dirumah sakit....
Maya mengancam akan meninggalkan Budi apabila
terjadi apa-apa dengan Andi..Maya melihat genangan air mata di mata Budi, namun
kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan Budi …
Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu Budi lantas
menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.."
Tuhan..Tadi Maya menamparku karena kelalaianku menjaga Andi sehingga dia
sakit..Belum pernah Maya bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi
tidak apa-apa..Maya benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap
demikian..Tapi
Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan
akan meninggalkanku..Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku..Jangan
biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga
melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa..Asal dia mendapat
ketenangan,
aku akan merasa bersyukur sekali..Dan
sembuhkanlah putera kami, Andi agar
dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main
bersama kami lagi, Tuhan.."
Tahun keenam pernikahan mereka….
Maya semakin menjaga jarak dengan Budi setelah
kehadiran Yenda, puteri mereka..Maya tidak pernah lagi menemani Budi makan
malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..
Maya juga menjual kalung berlian pemberian Budi
dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru..Ketika Budi mengetahui
hal itu, Maya tau Budi menahan amarahnya, namun Maya berdalih, " Budi, itu
hanya kalung berlian biasa..Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan
menukarnya denga
perhiasan yang lebih baru.."
Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah
Maya terlelap, Budi memanjatkan doanya.."Tuhan, Aku begitu kesepian
melewatkan makan malam sendirian tanpa Maya bersamaku...Aku begitu ingin terus
bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah
penghiburanku untuk
melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di
kantor..Tapi tidak apa-apa..Yenda lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku..Lagipula,
Andi kadang-kadang mau menemaniku..Hanya saja, jangan biarkan aku memendam
sakit hati kepada Maya karena menjual kalung pemberianku..Engkau tau begitu
lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya
untuk membuktikan terima kasihku padanya atas
kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku..Ampuni
aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.."
Tahun ketujuh pernikahan mereka….
Maya sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya
membelai kepala Budi dan mencium kening suaminya sebelum Budi berangkat
kantor..Padahal Maya tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, Budi selalu
kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Maya
untuknya..Karena Budi tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum
dilakukan Maya
padanya..Maya tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk
kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka...
Dan di tahun ketujuh itu pula, Budi mengalami
kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat,
yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..
Maya begitu terguncang dan terpukul..Ia begitu
takut kehilangan Budi, suami yang dicintainya..Yang selalu ada kapan saja dia
butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan
kemarahannya..Yang tek pernah berhenti mengatakan betapa Budi mencintainya..Tak
sedikitpun Maya beranjak dari sisi tempat tidur Budi..Tangannya menggenggam
erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus
mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu
hari ini..
Karena begitu sedih dan lelah menunggui Budi, Maya
tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa Budi pada
Tuhan membawa maya melihat setiap malam yg Budi lewatkan untuk mendoakan maya..Ia
menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari Budi
padanya..Tak sedikitpun Budi menyalahkannya atas
semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri Budi selama
ini..Alih-alih demikian, Budi malahan menyalahkan dirinya sendiri..maya
menangis menahan perasaannya..Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, maya
berdoa,
"Tuhan, ampuni aku yang selama ini
menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku..Ampuni aku yang tidak memahami
perasaan dan harga dirinya selama ini..Beri aku kesempatan untuk menunjukkan
cintaku pada suamiku, Tuhan..Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan
melayaninya sebagai suami yang
kucintai.."
Dan ketika maya terbangun, Ia melihat pancaran
kasih suaminya menatapnya.."Kamu keliatan begitu lelah, sayang..Maafkan
aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan
membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa
kau lupa
mengatakan I LOVE YOU padaku.."..Belum selesai
Budi berbicara, maya lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..
"Maafkan aku, Budi..Maafkan aku..I LOVE
YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, Budi...Aku tidak bisa bertahan
tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku
mencintaimu..Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga
dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU…"
Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti maya?
Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan diri kita
sendiri?Jangan sampe terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari
betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita..
Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah
ketika kita bisa seperti Budi, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan
perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya..Yang
menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani,
bukan sebaliknya..
Jagalah orang yang mencintai kita sekarang karna
suatu saat kita akan menyadari betapa berharganya dia saat kita kehilangannya.